Aku melihat sosok Ibuku......
Yang setiap hari kumarahi dan kucaci maki
Dan kulihat wajahnya yang semakin Tua
Memikirkan kemaksiatan yang kubuat
Yang setiap hari kumarahi dan kucaci maki
Dan kulihat wajahnya yang semakin Tua
Memikirkan kemaksiatan yang kubuat
Kumelihat
wajahnya yang sedang sakit
Dan dia tidak menceritakannya kepadaku
Karena dia takut menggangguku.....
Dan kulihat wajahnya yang semakin tua
Rambutnya semakin putih
Dan dia tidak menceritakannya kepadaku
Karena dia takut menggangguku.....
Dan kulihat wajahnya yang semakin tua
Rambutnya semakin putih
Kemudian ibuku tersenyum kepadaku
Senyum yang sangat Indah
Tiba saatnya hari dimana aku takuti telah datang
Yaitu tidak bisa melihat ibuku lagi
Senyum yang sangat Indah
Tiba saatnya hari dimana aku takuti telah datang
Yaitu tidak bisa melihat ibuku lagi
Tubuh ibuku sudah ditutupi oleh kain
Dan kuraba wajahnya telah dingin
Ketika kuraba nadi ibu..... Sudah tak berdenyut
Ibu ku hanya bisa diangkat oleh orang banyak
Dan kuraba wajahnya telah dingin
Ketika kuraba nadi ibu..... Sudah tak berdenyut
Ibu ku hanya bisa diangkat oleh orang banyak
Dia sudah pergi ketempat yang tak bisa dijelajahi
Menuju ketempat yang gelap dan menakutkan
Hatiku berbisik aku ikhlas ibu pergi
Walaupun dunia terasa berhenti
Menuju ketempat yang gelap dan menakutkan
Hatiku berbisik aku ikhlas ibu pergi
Walaupun dunia terasa berhenti
Aku
akan menjadi mentari dalam hidup,
dan matimu
Akan tegar sekeras batu karang
Walapun sulit menjalani hidup
Aku akan mencintaimu
Sampai maut mengambil nyawaku.
dan matimu
Akan tegar sekeras batu karang
Walapun sulit menjalani hidup
Aku akan mencintaimu
Sampai maut mengambil nyawaku.
Indah NurwulandariEmail: Nurwulandariindah2@gmail.com;ig: nurwulandari_indah14

No comments:
Post a Comment