Kurasakan
ketidak adilan di sini. Saat kau berpaling dan memilih orang lain. Pengabaian
yang terjadi, dan semuanya terasa sia-sia ku jalani. Aku pernah bermimpi
menjadikanmu yang terakhir untukku, sebanyak apapun luka yang kau beri aku
tetap pertahankan mimpiku untukmu. Namun semua mimpiku salah, kau tidak layak
ku jadikan yang terakhir dengan ketidak adilan mu terhadapku. Saat ku lihat kau
bersama dia, bahkan kau ajak dia ketempat kita dulu berbagi tawa cerita dan
bahagia. Ku kira hanya aku, hanya aku orang terakhir yang kau jadikan ratumu.
Namun lagi-lagi aku salah, aku terlalu jauh berharap dengan kebodohanku.
Kau
lupa? Jika dulu aku pernah sangat terluka, aku mengharapkan dia yang tidak
mengharapkan ku. Kau tau bagaimana aku terluka dulu. Kau sandaran ku kala itu,
tapi mengapa kini kau lakukan hal yang sama sepeti dia. Melukaiku tanpa
memikirkan bagaimana rasa ini tumbuh, dulu sebelum ku yakini kau kan berikan
yang terbaik. Tapi kau berbuat sama, lagi-lagi kau melukaiku bahkan lebih dari
yang melukaiku dulu. Jika dia hanya bersikap dingin, tapi kamu melukai dengan
penghkhianatan. Ketahuilah luka baru ini lebih perih dari pada lukaku dulu.
Cinta
yang ku kira hanya untukku, nyatanya kau bagi untuknya juga. Aku merasa menjadi
perempuan paling bodoh, yang berharap pada cinta yang salah, dan laki-laki yang
tidak baik sepertimu. Aku sadar, saat kau merasakan ketulusanku, tapi aku bukan
satu-satunya untukmu. Ada dia yang kau dambakan juga. Ku paksa hatiku untuk
ihklas, ikhlas dengan ketidak adilan ini. Ku tahu tidak selayaknya ku terus kan
ini, perasaan ini tidak semestinya masih ada untukmu.
Tapi
mengapa? Saat kau putuskan untuk bersama dia, kau masih terus menghubungiku
lewat social media mu, lewat pesan singkatmu, bahkan kau terus saja
menghubungiku melalui telepon. Saat aku berusaha mundur, kau mendekat tanpa
rasa bersalahmu. Kau masih saja menanyakan ku lewat teman dan orang-orang
terdekatku. Kau tidak sadar, sikapmu mebuatku semakin jauh terluka.
Baiknya
aku cepat menghilang dari pandanganmu, tapi kau tidak perlu mencariku karena
aku pun tidak ingin lagi mencarimu bahkan tidak ingin lagi mencari tentangmu.
Ku ikhlaskan kamu bersama dia, bersama dia yang kamu pilih setelah aku. Aku
tidak akan menganggumu, kuharap kau pun melakukan hal yang sama, tidak lagi
mengganggu hidupku. Mencintaimu adalah bencana, untuk itu ku cari bagaimana
solusi agar aku tidak lagi mendapatkan bencana, yaitu dengan tidak lagi
mengenalmu.
ig: iquen25;email: iinkhurotulaen98@yahoo.com;blog: iinaen25.blogspot.com

No comments:
Post a Comment