Hari begitu cepat berlalu, senja pun kini telah berganti dengan malam. Gelap, suasana kembali menjadi sepi dan rasa takut kembali menghantui diri ini. Diri yang tak ingin merasakan kehadiran sosok makhluk itu. Sosok makhluk yang kadang hadir tanpa kartu undangan ditangannya, sosok makhluk yang selalu mencoba menyelinap ke dalam rumah dan menghantui diri dengan bayangan berjalannya. Seketika kupandangkan mataku ke arah pojok rumahku ini. Satu, kutemukan dia sedang asyik berjalan tak menghiraukan pemilik rumah yg merasa ketakutan melihatnya. Dia seolah tak memandangku, dia asyik berjalan bahkan berlari dengan kakinya itu, tak memperdulikan ada siapa disekitarnya. Kusiapkan sesuatu untuk mengusirnya Krek... ku buka pintu dan perlahan kucoba mengusirnya "Hus jangan tampakkan lagi wajahmu di hadapanku dasar makhluk menyebalkan" ucapku merasa marah dan ketakutan. "Semoga tak hadir lagi sosok seperti kau," lanjutku. Kututup kembali pintu rumahku hanya sebentar aku merasakan kenyamanan, nyaman karena mungkin tak akan lagi sosok itu. Dalam bayangku "Tak mungkin dia kembali," kusandarkan kepalaku di ujung kasur itu, tak lupa kupakaikan dua pasang earphone ditelingaku, ku nikmati lagu di handponeku dan seketika kedua mata ini melihat lagi sosok makhluk yang begitu menjengkelkan yang kini hadir di ujung kasurku. Kutarik seluruh badanku, kumerasakan ketakutan yang sangat luar bisa, sungguh kenapa sosok itu kembali hadir "Dua, dua kali kau mengejutkanku kau mau apa?" ucapku membentak. Kembali kubukakan pintu dengan tergesa-gesa, ku usir lagi makhluk itu dengan kali ini kubawa sapu ditanganku. "Ya tuhan kenapa kau hadirkan dia dirumahku" pasrahku. Hanya berselang waktu beberapa menit ku coba ingin memejamkan mata tapi rasa takut kembali tiba untuk yang ketiga kalinya makhluk itu kembali datang. Kali ini, bukan dipojok ruanganku dan ujung kasurku, tapi dekat lemariku.
Hey makhluk kenapa kau menampakkan wajahmu lagi di hadapanku, kubilang jangan kembali" ucapku dengan menahan rasa tangis. Kali ini dengan sigap kupegang sapu kubuka pintu lagi dan kuusir makhluk menyebalkan dan menjengkelkan itu. Kembali ku baringkan tubuh ini dikasurku, dengan selimut di ujung kaki ku berdoa "Ya tuhan jangan ada dia lagi di kehidupanku" amin.
Perlahan ku tarik selimutku sampai selimutku membungkus badanku. Ingin kupejamkan mata tapi rasa takut akan hadirnya sosok itu kembali menghantui diri ini, tapi waktu berlalu kurasa tak akan ada lagi makhluk itu. Perlahan kupejamkan mata, dan cerita ini selesai.
Siti Fatimah Awaliah
email: liaawaliah18@gmail.com
No comments:
Post a Comment