Siapa yang tak kenal Chairil Anwar. Seorang sastrawan, penyair terkenal dari Indonesia yang aktif di tahun 1940-an. Melahirkan lebih dari 40 karya prestisius, ia disinyalir sebagai pelopor sastra angkatan '45 sekaligus sastra modern Indonesia.



Ini adalah salah satu karya puisinya. Berjudul Senja di Pelabuhan Kecil.


Hasil gambar untuk chairil anwar
Chairil Anwar
Buat Sri Ayati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
 
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil Anwar

Siapa yang tak kenal Chairil Anwar. Seorang sastrawan, penyair terkenal dari Indonesia yang aktif di tahun 1940-an. Melahirkan lebih dari 40 karya prestisius, ia disinyalir sebagai pelopor sastra angkatan '45 sekaligus sastra modern Indonesia.



Ini adalah salah satu karya puisinya. Berjudul Senja di Pelabuhan Kecil.


Hasil gambar untuk chairil anwar
Chairil Anwar
Buat Sri Ayati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
 
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

No comments:

Post a Comment