Siapa yang tak kenal Chairil Anwar. Seorang sastrawan, penyair terkenal dari Indonesia yang aktif di tahun 1940-an. Melahirkan lebih dari 40 karya prestisius, ia disinyalir sebagai pelopor sastra angkatan '45 sekaligus sastra modern Indonesia.


Ini adalah salah satu karya puisinya yang berjudul Cintaku Jauh di Pulau.

Simak: Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil Anwar
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
 
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

Cintaku Jauh di Pulau - Chairil Anwar

Siapa yang tak kenal Chairil Anwar. Seorang sastrawan, penyair terkenal dari Indonesia yang aktif di tahun 1940-an. Melahirkan lebih dari 40 karya prestisius, ia disinyalir sebagai pelopor sastra angkatan '45 sekaligus sastra modern Indonesia.


Ini adalah salah satu karya puisinya yang berjudul Cintaku Jauh di Pulau.

Simak: Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil Anwar
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
 
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

No comments:

Post a Comment