malam menepikan sepisemilir angin juga tak bersua
namun dingin mencengkram keras
tidur diantara dinding-dinding tanpa ibu.
aku ingin kembali pada hari kemarin
ketika pagi suara ibu memenuhi telinga
memaksa bangun. aku ingin kembali
mendengar suara masakan pagi di atas kompor
buatan ibu, untukku.
jika malam aku tak pernah melihat muka lelah ibu.
tidurnya begitu tenang, tanpa amarah.
aku ingin kembali
aku tahu ibu menanti. tapi aku pecundang bila pulang.
aku takut. aku tak bisa bertahan
ruang seperti tak berdinding
aku rindu.
pada kelembutan dan penuhnya kasih
yang membuatku lupa
yang membuatku buta
bahwa kenyataan ini keras.
aku yang lemah, harus bertahan
harus melawan
dengan kekuatan ingatan
ada seseorang yang hadirnya
harus dibahagiakan.
Savira Rahmadini
ig: inisapir;
email: savirarahdini@gmail.com;
blog: savirarahdini.blogspot.com.
No comments:
Post a Comment